Jumat, 08 April 2011

Melati Putih






Resah hati Sang Melati

Ragu tak pernah pergi

dimana kumbang yang sedang kunanti…
hilang sudah pelita hati..
di tengah indahnya nyanyian hati..



Aku tiada pernah pergi

Dan tak akan tinggalkanmu sendiri

Menapaki pagi dingin berembun nan suci
Yang indah memapar cahaya mentari



melati putih senyum berseri

karna kumbang pujaan hati

telah hadir mengisi hari-hari
lagu bahagia menanti abadi….



Kolabs @Masopu & White lily

Selasa, 05 April 2011

Pilihan Hati



Aku memilihmu
untuk menemanimu
dikala siang tak bermentari
dan saat malam tak berbintang


Aku memilihmu
agar dapat terangimu
dengan senyumanku
menyusuri dunia
saat terik mentari menyengat
saat bulan sabit dan purnama


Aku memilihmu
dengan hati yang tak memilih waktu
sepenuh cinta tanpa masa
semenjak harap masih mendengung hampa

@White lily

Jumat, 25 Maret 2011

Lelaki Tua Dan Senja




Lelaki tua itu terlihat sedih menatap pantai, entah sudah berapa senja yang dia habiskan hanya untuk duduk memandang matahari terbenam di pantai itu. Setiap sore tepatnya jam lima dia sudah berada di tempat itu, berdiri menghadap pantai, rambutnya yang putih dan topi baretnya menjadi ciri khas dirinya.

Dia adalah baba Hong, istrinya telah meninggal 5 tahun lalu, karena penyakit tumor. Istri yang sangat dikasihinya yang semasa hidupnya, yang selalu menemaninya tiap senja menunggu matahari terbenam di tepi pantai. Tujuh puluh dua tahun silam tepatnya tanggal tujuh october, dia melamar yohana, wanita cantik yang amat di cintainya. Wanita yang selalu mendampinginya dengan setia sampai pada masa tuanya.

Pernikahan yang tidak memperoleh restu, karena Yohana berasal dari keluarga yang mampu, sementara dia hanya seorang kuli bangunan yang kerjanya tidak menentu. Namun itu bukan sebuah penghalang bagi kesucian cinta mereka. Yohana sang pujaan hati rela meninggalkan kemewahan hanya untuk hidup bersama baba Hong.

“Yohana apakah kamu bersedia menerima Tan Hong Lung untuk menjadi suamimu, baik dalam suka maupun duka?”

“ya saya bersedia menerima Tan Hong Lung menjadi suami saya, baik dalam suka maupun duka”

“Tan Hong Lung, apakah kamu bersedia menerima Yohana Lestari sebagai istrimu, dan bersedia menjaganya, baik dalam suka maupun duka?

“ya, saya bersedia menerima Yohana Lestari sebagai istri saya, dan bersedia menjaganya baik dalam suka maupun duka.
Ikrar janji setia yang sakral diucapkan dalam pemberkatan pernikahan mereka.

“demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu, karena itu, apa yang telah di persatukan Allah, tidak boleh di ceraikan manusia” Kutipan ayat dari injil matius yang diucapkan oleh Romo Glesius meresmikan keduanya menjadi sepasang suami istri.

Tahun berganti tahun mereka lalui, sampai anak-anak buah cinta kasih merekapun lahir, hidup dalam pasang surutnya dunia tak membuat baba hong berputus asa, dia juga dikenal sering membantu orang-orang yang susah disekelilingnya, keterbatasannya tak menyurutkan semangatnya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, pahit getirnya hidup menjadi makanannya sehari-hari.

“Maafkan aku tak pernah mampu membuatmu bahagia sayangku” ucap baba Ong di suatu Senja kepada sang istri.

“Jangan pernah meminta maaf suamiku karna memang kau tak punya salah padaku, bagiku bahagia bukanlah diukur dari materi semata, bukan uang sayangku, namun dari seberapa besar perjuanganmu untuk melakukan segalanya demi kebahagiaanku, aku sudah merasa sangat bahagia saat kau selalu meluangkan waktumu untuk menemaniku menikmati senja, memandang matahari perlahan terbenam, dan kita bercengkrama mesra. Itulah masa-masa indah dengan sang istri, sebelum akhirnya sang istri dipanggil untuk menghadap Sang Pencipta.

****

Senja ini adalah senja terakhir dia terlihat di tepi pantai itu, ada kesedihan yang teramat dalam diraut wajahnya, ada linangan airmata dipipinya, sambil memandangi matahari yang turun ke peraduannya. Warna langit lembayung, memancarkan sisi romantis dari sang alam, ada perasaan damai, ditemani suara ombak yang menghempas, bergulung-gulung dan saling berkejaran menuju tepi pantai. Sayang senja ini aku tak ditemani lagi olehmu, dewiku, aku sepi tanpamu. Dulu disini, di tempat ini kita bertemu, dan berkenalan. Dulu di sini, di tempat ini, aku pertama kali meminangmu dewiku. Hari- hari terasa semakin berat tanpa hadirmu, ingin aku segera menyusulmu, dan kita kembali bersatu dalam indahnya nirwana Cinta, seindah senja yang syahdu.

Senja dan Kerinduan
Kerinduan akan kehadiranmu
Kehadiranmu yang selalu menemaniku
Disini, dulu…..
Ada kisah yang teramat indah
Disini, dulu……
Ada cinta yang teramat suci
Disini, dulu
Ada rindu yang selalu abadi
Disini, dulu
Ada Kau dan Aku……

by : Youly Chang

Senin, 21 Maret 2011

Serpihan Cinta




Lily
Andaikan benda terkutuk dalam genggamanku ini tak pernah meracuni dirimu sayang… Pertengkaran semalam yang menghadirkan jarak antara kita, terpisah oleh dinding tebal kebisuan, tentulah tak terjadi.
Bukan, sayang….
Aku tak ingin kau marah padaku, melampiaskan nafsu amarahmu, menyakiti diriku, hingga menyisakan goresan merah darah disekujur tangan dan wajahku. Namun karena cintaku, barang laknat ini tak  ku serahkan.
Begitu sulitkah untukmu meninggalkan bubuk haram ini?
Berulang kali aku mendapatkanmu menyimpan serbuk setan ini. Sesering itu pula pertengkaran diantara kita terjadi. Jeritan dan tangis-ku beradu padan dengan teriakan amarahmu. Tangan kokoh-mu yang biasanya merangkulku mesra, menjelma menjadi siksaan yang tak terperikan.
Sungguhkah dirimu tak lagi mencintai-ku?
Tidak, aku tahu dalamnya cintamu padaku. Saat kesadaran merasuki dirimu sepenuhnya, tutur kata mu yang lembut, tulus penuh penyesalan. Akupun kembali hanyut dalam pelukan hangatmu.
Dalam buaian kasih sayang kita berdua, kau selalu mendaratkan kecupan tanda cinta dikening-ku. Dengan pandangan yang berkaca-kaca, kembali kau ikrarkan betapa besarnya rasa cintamu. Aku percaya itu sayangku…. karena sebesar itulah cintaku padamu.
Lantas, mengapa selalu hal yang sama terulang kembali?
Lagi-lagi aku duduk termenung dilantai, tubuhku bersandar di tepian ranjang, kedua mataku sembab, tubuh dan wajahku dipenuhi rona biru. Disela-sela lirih isak tangisku, tak ku acuhkan suara-suara benturan dari balik pintu kamar.

Ku takkan lelah meninggalkan mu
ku takkan letih melupakanmu
selamanya jiwamu kan slalu abadi
yang sinari hati ini dalam relung kalbuku
Bersemayam bersama akhir nafasku
Tersenyumlah saat kau mengingatku
karna saat itu aku sangat merindukanmu
Dan menangislah saat kau merindukanku
Karna saat itu aku tak berada di sampingmu
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu karna saat itu aku akan trasa ada di dekatmu
karna aku tlah berada di hatimu untuk selamanya

Edward
Sayang….
Jangan kau hukum diriku dalam kebisuan yang menyiksaku ini. Aku hanya laki-laki bodoh yang terbelenggu kesesatan.
Dibalik setiap pertengkaran kita, dahaga yang timbul dari bisikkan serbuk jahanam itulah penyebabnya. Tak kan mungkin aku sengaja menyakitimu dalam sadarku.
Tentu kau tahu besarnya rasa cintaku padamu khan sayangku?
Begitupula aku tahu besarnya rasa cintamu padaku. Kau tetap teguh dalam upayamu melepaskanku dari belenggu sesat ini. Tak sekalipun kau pergi meninggalkanku, meski diriku selalu mendera-mu dengan siksaan.
Lantas, mengapa kebisuan ini yang harus kau pilih?
Mengapa kau gunakan bubuk setan itu untuk menghukum ku?!!
Edward tersungkur dan mendekap erat tubuh Lily yang terkulai lemah tak bernyawa. Di bibir Lily, tampak sisa-sisa serbuk setan yang telah lenyap dari genggamannya. Pekik tangis Edward memecah kesunyian..
Tak ada yang tersisa lagi untukku
selain kenangan indah bersamamu
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta
Mata indah yang dahulu adalah milikku
kini trasa jauh meninggalkanku
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
Hati,cinta dan rinduku adalah milikmu
Cintamu tak pernah membebaskanku
Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yg lain saat sayap- sayapku tlah patah karnamu
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayatku dan setelah kematian
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi
Betapa pun hati tlah terpikat pada sosok terang dalam kegegelapan yang tengah menghidupkan sinar untukku,namun tak dapat menyinari dan menghangatkan prasaanku yang sesungguhnya
Aku tidak pernah bisa menemukan cinta selain cintamu karna mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
Kau tak kan pernah terganti bagai pecahan logam mengekalkan kesenyuian,kesendirian dan kesedihanku, kini aku tlah kehilanganmu


Kolaborasi :




BIDADARI



Aku ingin mengisi ruang dalam mimpimu, seperti kau yang selalu hadir mengisi mimpi indahku
Aku datang dan menyapa ramah…
Dan kau mungkin akan tersenyum melihatku..
Meski ku tahu tak mudah bagiku untuk menggapaimu…
Mungkinkah ini hanya angan?
Mungkinkah ini hanya mimpi?
Ahhh mungkin lebih baik aku hanya memandangimu dari kejauhan..
Dari pada mati tanpa cinta dan dalam kehampaan…
Tidakkah kau sadari? Aku adalah bidadarimu
Akulah yang selalu ada di dekatmu saat kau berpaling dari dunia
Akulah yang selalu menyayangimu disaat tidak seorangpun yang peduli padamu…
Dan aku bahagia menjadi bidadarimu walau hanya berdiri di belakang tembok besar tuk sekedar memperhatikanmu bahagia
Dan Walau kau tak pernah bisa melihat, dan menyadari keberadaanku..
Jangan hiraukan aku..
Tak perlu resah…..
aku ada hanya untukmu walau bukan untuk memilikimu..


Percaya… untuk melihat kedepan
sedikit harapan masa kecil akan merubah dunia suatu hari nanti
kadang-kadang terjatuh…
tapi aku yakin aku bisa melakukan ini bersama mimpi-mimpi..
sayap perkasa terbangkan aku sekarang..
di atas langit.. angin bebas…
bawa aku kepadanya cahaya matahariku..
aku ingin melihat bagaimana indahnya musim semi
pada mars dan jupiter
seperti pelangi yang selalu ada di musim hujan
bagiku dia keindahan yang selalu ada disisiku
walau untuk satu hari membuatku bahagia.. selalu di lakukannya
jangan pernah pergi matahariku..
bagiku kau keindahan disini….
yang selalu menerangi hari-hariku.. dalam sepiku…
dengan kata lain.. aku mencintaimu…
by : youly
gambar : kreasi sendiri boo.. dari aplikasi facebook.. jadi gambar adalah hak milik dan hak cipta gue…  ^^,

SENDAI



Siang itu di sendai,bumi bergejolak, Gempa. Segera kupanggil aiko gadis kecilku. Pemerintah setempat memperingatkan akan adanya tsunami. Panik, bingung, kubawa putri kecilku kembali kedalam rumah, kelantai dua pikirku, yang kuingat adalah aku harus berlari ke tempat yang tinggi. Tak lama suara gemuruh membuat bulu kuduk merinding, mulai mendekat.
Aku tak tahu kapan air itu datang, yang ku tahu aku telah terhayut di tengah gulungan ombak berkecamuk. Gelombang itu sungguh dasyat menghempaskan aku dan buah hatikubertubi-tubi ketembok dinding rumahku.
“Ibuuu..”
“jangan lepaskan tangan ibu nak”
“Ibu aku tak kuat lagi…. ibuuu…..”
Aku berusaha meraih sekuat tenaga, aku tak peduli apapun, aku terus berusaha, tak kupedulikan lagi terjangan gelombang maha dasyat itu, tak kupedulikan lagi benturan benda-benda yang menghantam tubuhku, aku mencari dan mencari yang hilang dari genggamanku.
Sepi tak kudengar lagi suara buah hatiku, oh Tuhan semoga ini hanya sebuah mimpi buruk, mimpi buruk yang hilang disaat aku terbangun nanti, ingin cepat tersadar dari mimpi ini. Dan bayang-bayang gelap pun mulai berkelebat. Semakin lama semakin gelap. Bisu..
Aku tak tahu aku dimana sekarang, saat aku terbangun, kudapati tubuhku tengah tertidur di atas lumpur lantai rumahku, tubuhku kotor oleh lumpur, ah, aku sadar ini bukan mimpi, ini kenyataan, ini sebuah bencana, teringat anakku, aku bangun terhuyung-huyung.
“aikooo….aikooo….” serak suaraku
Aku mencarinya, mataku memandangi sekelilingku, dan tiba-tiba mataku terpana di salah satu sudut ruang rumahku, kudapati anakku diam tak bernyawa. Hanya tangisan pedih, tak sanggup aku kehilangan, Tuhan mengapa harus anakku, tak bisakah kutukar hidupku untuknya? Pedih………..
****
Gelombang dasyat bukan canda
Saat ia menghempasku tak kenal sapa
Aku adalah ibu yang kau hayutkan bersama luka
Bersama pasir dan lumpur bencana
Siang di Sendai yang tak lagi gemulai
Luluh lantak Sendai di telan Badai
Hanya air mata yang tak henti berderai
Di iringi doa untuk anakku yang tlah pergi dalam damai


by: Youly Chang
Pic: From Prayforjapan in facebook, Taisei Taesung Kim