“terbanglah tinggi dan temukan bahagiamu, aku tak bisa mengikatmu”
Tau apa kau tentang bahagiaku? Tau apa kau tentang perasaanku?
“aku bisa merasakan bahagiamu saat kau bersama teman-temanmu, kau tertawa bahagia”
Apa?? Tertawa bahagia? Tertawa untuk menyembunyikan lukaku? Tertawa untuk menyembunikan kesedihanku? Tau apa kau tentang hatiku?
Kau salah mendefenisikan arti sebuah kebahagiaan sayang… sedangkan kau tidak pernah peduli kata-kataku saat aku mengatakan aku bahagia disisimu, aku bahagia saat deketmu, yah aku mengatakan hal itu karna memang seperti itulah yg kurasakan saat dekatmu.. tapi kau tak pernah peduli…
Apa yang tampak dari luar belum tentu cerminan hati…
Kadang orang bisa tertawa walaupun hatinya menangis..
“Hati mengenal kepedihannya sendiri dan tidak ada satu orangpun yg bisa merasakan bahagianya”
Saat ini kau hanya bisa mengatakan “kau terlihat bahagia sama teman-temanmu, kau tertawa bahagia seolah-olah tidak terjadi apa-apa”
Kenapa kau tidak pernah mempertanyakan sedihku?
Kenapa kau tidak pernah peduli dengan hatiku saat dimana kau melihat sepertinya sedang bahagia, sebetulnya sedang lari menghindari kekecewaan dengan sikap dinginmu, sikap acuhmu, dan sikap tidak pedulimu.. jadi tau apa kau tentang hatiku?
Sayang sekali, kau menuduhku menyakitimu..
Tidak sayang… aku sedang sangat tidak..tidak ingin menyakitimu…
Bahkan saat sikapmu lain dan tidak seperti biasanya, aku mengurungkan niat untuk bertanya, karna aku tau kau tidak suka ditanya… dan jika ku tanya hanya akan ada satu jawaban yang kuterima.. maaf lagi gak mood, aku lagi sibuk… sudah dulu ya.. bisa apa aku sayang? aku hanya bisa diam…. karna Aku tidak pernah ingin membuatmu marah..
Seharian aku menunggumu… hanya untuk mendengar kata-kata rindu yang bahkan sudah jarang sekali kau ucapkan sayang…. yang ada hanya kata-kata sudah dulu yah,.. maaf gak bisa lama… okey aku tidak pernah menuntut keterbatasanmu dan juga tidak menyalahkan keterbatasanmu (karna tentunya hanya kau yang tahu tentang keterbatasan itu)… tidak..tidak menyalahkan sikapmu, tidak menyalahkan apapun tentang mu.. cuma pernahkah kau berfikir sedikit tentang perasaanku sayang? aku jadi merasa sikapmu sebagai bentuk rasa kalau kau sudah tidak peduli lagi, bahkan kau sudah tidak pernah membutuhkanku lagi, hingga aku takut… takut kalau2 kau berada dekatku justru hanya karna kasihan, atau terpaksa… aku takut kau merasa terikat dengan “keharusan2″ dekatku, dan akan membuatmu sakit….
Sayangku kalau aku ingin dekatmu yang kubutuhkan bukan waktu yang panjang,.. yang kubutuhkan kehangatan cintamu… yang kubutuhkan rasa sayang mu… bukan sikap acuhmu…
Aku terlalu sayang sama kamu…
Hingga…
Aku terlalu takut untuk menyakitimu…
Dan ….
Aku terlalu takut menyakitimu…
Hingga….
Aku tidak pernah mempertanyakan apa-apa tentang sikapmu…
Dan…..
Aku terlalu takut kau terluka..
Hingga……
Aku tak akan lagi menahanmu disisiku demi ke egoisanku…
Yang aku inginkan Cuma satu….
Agar kau bahagia…
Karna……..
Aku ada hanya untuk membahagiakanmu….
Satu hal yang aku gak pernah sesali.. karena saat bersamamu,dan saat deketmu aku selalu bisa menjaga hatiku untukmu… dan bahkan disaat kau pergi… aku akan tetap menjaga hatiku untukmu…..
Selamanya…………….
makassar 01/03/2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar