Akhirnya aku sekarang ngerti dan paham kata-kata bunda yang pernah di ucapkan waktu itu…
Kata2 yang sederhana… “ Berumah Tangga itu butuh penyesuaian, karena rumah tangga itu adalah tempat bertemunya atau bersatunya dua insan yang memiliki pribadi serta kebiasaan yang berbeda”
Awalnya aku berfikir (waktu SMU), penyesuaian itu mah gampang… dasarnya aku harus ngalah.. bisa..lah.. bereskan…
Tapi kenyataannya…………………
Ngalah aja gak cukup untuk menyesuaikan perbedaan itu…. butuh proses yang panjang… dan butuh ekstra kesabaran…. dan tentunya tidak semua orang bisa bersabar dalam jangka panjang… apalagi tiap manusia hidup dilengkapi dengan perasaan egois…
Yah, setidaknya aku setingkat lebih dewasa lagi.
Mengalah bahkan bukan dan belum apa-apa tanpa komunikasi, dan untuk membuat seseorang itu komunikatif tentunya bukan hal yang mudah, karna aku sendiripun bukanlah orang yang komunikatif. Dan akhirnya jaga komunikasi itu entah bagaimanapun caranya SUSAH. Banyak dan ada saja cobaannya.
Khususnya perempuan yang terbiasa berkomunikasi, akan tetapi lelakinya telat atau bahkan tidak memberi kabar sama sekali saat itu atau hingga malam tiba..
Otomatis tanpa di komando “Perasaan” seorang Wanita yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak untuk “ Pegangan” dalam hatinya “ apa yang sedang dilakukan lelakinya? Dan akhirnya wanita meluapkan seluruh “Emosinya” yang berisi campuran kesal, sebal,khawatir,cemburu yg bersampul dengan yang namanya “MARAH”
Yah kurang lebih seperti itulah….
Aku sendiri sedang ada di masa kritis… kritis jiwa dan perasaan….
Dimana aku sedang membentengi diriku dari sebuah ke egoisan yang belum kunjung reda.. seperti inikah???
Aku sedang dalam dilema… dilema diantara semua hal yang sama-sama penting…
Hmmm….. rasanya pengen nulis tentang wanita disertai bumbu-bumbu perasaannya..
Tapi hatiku sedang letih…..(halah!!) :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar