Senin, 21 Maret 2011

SENDAI



Siang itu di sendai,bumi bergejolak, Gempa. Segera kupanggil aiko gadis kecilku. Pemerintah setempat memperingatkan akan adanya tsunami. Panik, bingung, kubawa putri kecilku kembali kedalam rumah, kelantai dua pikirku, yang kuingat adalah aku harus berlari ke tempat yang tinggi. Tak lama suara gemuruh membuat bulu kuduk merinding, mulai mendekat.
Aku tak tahu kapan air itu datang, yang ku tahu aku telah terhayut di tengah gulungan ombak berkecamuk. Gelombang itu sungguh dasyat menghempaskan aku dan buah hatikubertubi-tubi ketembok dinding rumahku.
“Ibuuu..”
“jangan lepaskan tangan ibu nak”
“Ibu aku tak kuat lagi…. ibuuu…..”
Aku berusaha meraih sekuat tenaga, aku tak peduli apapun, aku terus berusaha, tak kupedulikan lagi terjangan gelombang maha dasyat itu, tak kupedulikan lagi benturan benda-benda yang menghantam tubuhku, aku mencari dan mencari yang hilang dari genggamanku.
Sepi tak kudengar lagi suara buah hatiku, oh Tuhan semoga ini hanya sebuah mimpi buruk, mimpi buruk yang hilang disaat aku terbangun nanti, ingin cepat tersadar dari mimpi ini. Dan bayang-bayang gelap pun mulai berkelebat. Semakin lama semakin gelap. Bisu..
Aku tak tahu aku dimana sekarang, saat aku terbangun, kudapati tubuhku tengah tertidur di atas lumpur lantai rumahku, tubuhku kotor oleh lumpur, ah, aku sadar ini bukan mimpi, ini kenyataan, ini sebuah bencana, teringat anakku, aku bangun terhuyung-huyung.
“aikooo….aikooo….” serak suaraku
Aku mencarinya, mataku memandangi sekelilingku, dan tiba-tiba mataku terpana di salah satu sudut ruang rumahku, kudapati anakku diam tak bernyawa. Hanya tangisan pedih, tak sanggup aku kehilangan, Tuhan mengapa harus anakku, tak bisakah kutukar hidupku untuknya? Pedih………..
****
Gelombang dasyat bukan canda
Saat ia menghempasku tak kenal sapa
Aku adalah ibu yang kau hayutkan bersama luka
Bersama pasir dan lumpur bencana
Siang di Sendai yang tak lagi gemulai
Luluh lantak Sendai di telan Badai
Hanya air mata yang tak henti berderai
Di iringi doa untuk anakku yang tlah pergi dalam damai


by: Youly Chang
Pic: From Prayforjapan in facebook, Taisei Taesung Kim

1 komentar:

  1. kematian itu akan datang untuk orang yg belum dikunjungi, tapi dia tiba2 datang untuk orang yg sudah dijanjikan pada waktunya .....

    BalasHapus